Hehege Hfjdnd Ahdhdh

Hehege Hfjdnd Ahdhdh


Bowo : Ada info dari Tg. Pinang kalau aksi demo mereka tidak seperti aksi solidaritas kita yakni mempertanyakan ASN yang memakai baju Ormas. Mereka masih saja berdemo mengenai Beasiswa yang bermasalah.

Bakri : Artinya ini ada sebuah kepentingan, masak kita dukung mereka dari Karikum dengan gerakan Solidaritas ?

Rudi : Iya saya pun mendapat info seperti itu ketika hubungi mereka tadi pagi. Kita jangan sampai mencari nama untuk di mata masyarakat Karimun dengan kekompakan kita tapi seolah dari pandangan mahasiswa di Provinsi kita dimanfaatkan kepentingan mereka.

Bowo : Itu tujuan kita baik kalau mereka demo dengan menuntut ASN yang menggunakan pakai ormas tersebut.

Bakri : Jadi kita harus bagaimana ? malam ini dudukan la.

Bowo : Betul tu, mana suara yang lain ?

Rudi : Ada info terbaru dari mahasiswa Karimun yang kuliah di UIR Pekanbaru. Untuk mengajak simpati terhadap permasalahan di Jogja. Sultan di Jogjakarta menggusur lahan masyarakat secara sepihak.

Bakri : Kalau itu menjadi isu kita di Hari Solidaritas nanti bagus jugak.

Kenyataan Politik Yang Ada

Kenyataan Politik Yang Ada

Parizal, Ketua PC PMII Kabupaten Karimun 2015-1016

Tepatnya pada pasca reformasi tahun 1998 tentu menjadi masa dimana tongkat demokrasi di Indonesia resmi ditancapkan. Mundurnya Presiden Soeharto dari jabatannya di kursi kepresidenan menandakan telah dimulainya kehidupan baru dunia perpolitikan di negeri ini. Tentu harapan dari berbagai kalangan akan terciptanya kehidupan politik nasional yang demokratis begitu kuat tertanam dalam pikiran masyarakat. Semangat politik saat itu diwujudkan melalui pendirian partai politik yang jumlahnya puluhan. Semua berlomba untuk mengisi kevakuman pemimpin nasional.
Di dalam ilmu politik, partai politik ialah sekumpulan orang-orang yang terikat oleh ideologi tertentu dan mempunyai tujuan kolektif untuk memenangkan pertarungan kekuasaan melalui pemilihan umum.

Menjadi penguasa adalah utama didirikannya sebuah partai politik. Serta Menurut kutipan di Wikipedia Partai politik di Indonesia adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pengertian ini tercantum dalam pasal 1 ayat 1 Undang-Undang No. 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik.

Sebagai agen dari demokrasi, partai politik mempunyai tugas yang tidak mudah. Selain mempunyai tujuan pertama untuk memenangi pertarungan perebutan kekuasaan. partai politik mempunyai tanggung jawab besar untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat banyak, mengawal dan mensosialisasi kebijakan-kebijakan pemerintah serta sebagai wadah kaderisasi pemimpin melalui tahapan rekrutmen politik. tanggung jawab ini memang penting untuk bisa dipikul dengan baik oleh partai politik. Jika proses demokratisasi di Indonesia benar-benar bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Akan tetapi dari pengamatan dan dugaan saat ini pada kenyataannya Partai sangat jarang melakukan pendidikan politik rakyat baik mengenai politik sebagai “Democratic Bargaining” yang memunculkan pemenang dan yang kalah dalam pembuatan keputusan atau pemilu. Akibatnya pasca pemilu kadang terjadi gesekan atau konflik di dalam masyarakat. Rakyat tidak diajari untuk menjadi partisipan politik yang sukarela, melainkan dimobilisasi, antara lain dengan politik uang ataupun gratifikasi.

Rakyat tidak dididik untuk menjadi warga negara yang demokratis yang bukan saja siap menerima kekalahan, tetapi juga tidak disiapkan untuk berpartisipasi aktif di antara dua pemilu dan tidak dididik untuk memahami sistem politik yang ada. Terkadang rekrutmen didalam politik berlangsung secara amburadul, ad hoc, dan tidak disiapkan secara matang karena pengkaderan politik tidak berlangsung secara baik.

Ini menyebabkan terjadi asal comot calon anggota legislatif yang tidak melalui sistem rekrutmen dan kaderisasi yang matang. Rekrutmen politik atas dasar pemilikan uang, dinastiisme, popularitas hingga kader-kader politik yang berpotensi sulit untuk berkembang. Tentu ada baiknya regenerasi kepemimpinan secara demokratis dan alamiah yang memiliki ideologi yang diperjuangkan dalam kebijakan-kebijakan publik. Menjadikan para politisi partai menjadi politisi yang lebih berintegritas dan mampu memperjuangkan kebutuhan rakyat.

Mohon maaf segala kesalahan opini ini, saya terima kritik dan sarannya.Terima Kasih

Inikah Sang Penguasa ?

Inikah Sang Penguasa ?
 
Rezim-Rezim kini sangat berbahaya
Di mana, kebebasan berdemokrasi di intimidasi oleh sang penguasa
Dimana rakyatnya menjerit untuk mendapatkan pekerjaan
"Indonesia Tanah surga" katanya. Tetapi kolam susunya ternyata dirampas
Dicuri oleh orang-orang aseng ! 

Sang penguasa lebih berpihak kepada orang asing dari pada orang pribumi
Negeri ini seakan-seakan tergadai
Dimana keadilan tak lagi di perjuangkan
Di mana hukum dikerdilkan
Di permainkan oleh sang penguasa
Yang seharusnya berlaku kepada wong cilik !

Ironis tapi fakta 
Ribuan manusia kerdil berlomba-lomba menyerbu indonesia
Untuk mengeruk kekayaan sumber daya alamnya
Sang penguasa berpura-pura
Palingkan mata dan tutup telinga
Seakan-akan melihat tetapi mines 
Seakan-akan mendengar tetapi pekak 

#121 
#PMIIsalampergerakan

By : Sofian

Acara Pelantikan Pejabat Struktural Universitas Karimun Biasa Saja

Acara Pelantikan Pejabat Struktural Universitas Karimun Biasa Saja


Siang tadi sekitar pukul 11.00 WIB dilaksanakan acara Pelantikan Pejabat Struktural Universitas Karimun (UK), Senin 9 Januari 216. Acara berlangsung di ruang aula Universitas Karimun dengan dihadiri para perwakilan mahasiswa setiap Hima Jurusan dan prodinya masing-masing.

Pejabat yang dilantik oleh ketua Yayasan 7 Juli Haris Fadillah berjumlah 30 orang sesuai dengan SK Nomor 001/SK/YTJK/I/2017 tanggal 3 Januari 2016. Saat ini UK yang sedang dalam kekurangan dosen tetap yang hanya berjumlah 46 orang, harus ditambah lagi 37 orang agar bisa meningkatkan mutu pendidikan di kampus UK.

Pada kesempatan ini dihadiri Bupati Karimun H. Aunur Rafiq, S.Sos, M.Si. Beliau bersama rektor Universitas Karimun Dr. Elvis Adril menyaksikan penandatanganaan berita acara pelantikan.

Dalam kata sambutannya, Aunur Rafiq menghimbau kepada pejabat yang baru dilantik untuk mengemban tugas dengan sebenar-benarnya. "Bekerjalah sepenuh hati dan profesionalisme agar bisa menjadikan kampus ini semakin baik kedepannya", Katanya.

Tidak banyak yang berubah dari perubahan jabatan struktural UK tersebut. Dimana yang bertugas masih tetap orang yang lama, sedikit yang baru, yang terjadi hanya pergantian posisi. Di jabatan wakil rektor 1,2, dan 3 masih dipegang dengan orang lama. Sementara kabag Kemahasiswaan telah berganti dari Rolly Sambuardi kini digantikan dengan Andi Lala yang dulunya sebagai Staff keuangan.

Mahasiswi Selain Berprestasi Juga Harus Memiliki Pengalaman Berorganisasi

Mahasiswi Selain Berprestasi Juga Harus Memiliki Pengalaman Berorganisasi

Keterlibatan seseorang dalam organisasi baik yang berbentuk organisasi formal maupun informal, didasari keinginan untuk memperoleh sesuatu seperti : keinginan untuk menambah pengetahuan, mengembangkan diri, atau sekedar memperluas jaringan pertemanan belaka dan memudahkan mencari pekerjaan di masa mendatang.

Jika kita mengamati, banyak sekali muncul organisasi di semua kalangan. Saya bersyukur melihat kecenderungan yang tampak di kampus Universitas Karimun saat ini, khususnya pada organisasi kemahasiswaan, perempuan telah mau masuk ke dalam sebuah sistem organisasi.

Sebagai mahasiswa saya melihat banyak perempuan yang terlibat di organisasi. Contohnya di organisasi yang sedang saya jalani yakni Hima MKP. Namun kebanyakan mereka hanya menjadi bunga-bunga atau penggembira, mereka tidak menempati kedudukan yang cukup penting dalam organisasi. Mungkin ini hal baru bagi mereka, dan juga bagi saya yang masih banyak belajar dalam berorganisasi. Namun kini saya cukup berbangga jika melihat sudah ada satu dua perempuan yang mau menduduki posisi ketua dalam organisasi.

Walaupun belum seperti yang diinginkan, dalam arti belum begitu banyak jumlahnya, kita patut mengancungkan jempol kepada perempuan-perempuan yang berani memilih untuk berorganisasi. Karena dari pandangan kasat mata saya, mahasiswa perempuan dalam mengembangkan dirinya masih sedikit dengan ruang yang terbatas. Otomatis peluang dalam mencapai segala sesuatu sangat sulit di raih ketimbang seorang mahasiswa lelaki yang aktif di organisasi. Setidaknya relasilah dapat dibangun dalam organisasi tersebut.

Sejauh ini masih kita dapati keenganan pada diri mahasiwa perempuan untuk terlibat penuh dalam organisasi. Banyak hal mengapa kondisi seperti ini terjadi, satu diantaranya adalah: system pendidikan yang mengkondisikan agar setiap mahasiwa harus menyelesaikan target tertentu dalam SKS, yang harus dicapai dalam waktu tertentu. Sehingga mahasiswa banyak disibukkan dengan tugas-tugas dan dan kewajiban lainnya, agar ia mendapat nilai yang baik dan lulus dengan waktu yang singkat.

Pada masa yang mendatang, kita semua berharap mahasiswa khususnya mahasiwi dapat lebih berperan dalam organisasi termasuk di dalamnya mau menempati kedudukan penting. Mahasiwa perempuan diharapkan terus membekali dirinya dengan pengetahuan dan kualifikasi perilaku perilaku yang terpuji agar dapat meraih posisi/kedudukan penting tersebut.

Hidup Mahasiswi!
Dewi Asmarita
(Ketua Biro Pengembangan Media Informasi dan Komunikasi HIMA MKP Universitas Karimun)

Kebersamaan di Akhir Semester V

Kebersamaan di Akhir Semester V


Tidak Terasa sudah lama kami bersama. Sejak dulu kami tidak menyangka bisa bersama sampai saat ini mengingat di awal masuk kesibukan tampak terlihat di individu masing-masing. Tanda tanda kekompakan tidak akan pernah ada, itu la yang secara pribadi saya rasakan saat itu. Namun hari ini semua terbalik, apa yang kami lakukan sekarang ini adalah bukti dari sebuah proses menuju kedekatan kami dalam sebuah pertemanan.

Hari-hari berlalu kami lakukan bersama. Sejak saat itu, dimana 1 kelas pergi bersama ke Pantai Pelawan. Padahal bukan agenda mata kuliah, dan itu merupakan titik awal yang bagus menurut saya. Itu hanya keinginan dari seseoarang teman entah siapa namanya, saya pun lupa sebab hampir 2 tahun sudah kejadian tersebut berlalu.

Berangkat dari kejadian tersebutlah yang membuat kami satu sama lain senang dengan kebersamaan ini. Ya kedekatan ini memang berawal dari 1 kelas yang berujung kami ( para lelaki ) selalu bersama di setiap moment. Namun kami cukup beruntung, karena sedikitpun pertikaian sampai memecah belah jarang terjadi. Jika adapun hanyalah selisih paham yang tidak sampai berujung perpecahan dalam kebersamaan.

Beda halnya dengan wanita-wanita yang ada di kelas, sejarah mereka dulu tidak seakrab begini. Dulu mereka bagaikan punya negara sendiri, memiliki pemimpin dan rakyat yang harus pemimpin tersebut bela. Nah untungnya lagi mereka tidak pernah sampai terlibat tawuran seperti anak-anak STM zaman dulu, hanya sedikit bersilat lidah. Maklum wanita itu sulit karena mereka memiliki emosi khusus di hari yang khusus. haha

Alhamdulillah para lelakinya respon dan memiliki rasa simpati atas apa yang terjadi di kelasnya. Di susunlah rencana agar bagaimana caranya harus mereka kita satukan. Dan bin salabin sekarang sudah seperti ini. :D

Laporan Kegiatan Pratikum ke PT. Oil Tanking

Laporan Kegiatan Pratikum ke PT. Oil Tanking

Laporan Pratikum ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Tanjung Balai Karimun

Laporan Pratikum ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Tanjung Balai Karimun

"Pesan Arwah" Ini Menurut Sahabat Fayz

"Pesan Arwah" Ini Menurut Sahabat Fayz

Boleh jadi dasar pendidikan kita memang sama. Tetapi lingkungannya berbeda, mental kita pun niscaya akan berbeda. Sebab kita sudah bisa lihat hasilnya sekarang. Seorang yang dibesarkan di lingkungan lebih bersahaja, penuh tantangan, lebih keras, tentunya akan punya mental yang lebih kuat, serta lebih fleksibel. Kemudian sebaliknya, mereka yang dibesarkan di lingkungan yang biasa saja, yang minim tantangannya, sedikit pahitnya rasa kehidupan serta segala kemudahan yang di dapatinya. Akan melahirkan mental yang lemah, mudah mewek, milih-milih tingkat dewa dan tidak fleksibel dalam mengarungi hidup ini.

Peran Sufocindo Dalam Dunia Kepelabuhan

Peran Sufocindo Dalam Dunia Kepelabuhan

PT. SUCOFINDO adalah Usaha Pengembangan Jasa Pemeriksaan Ekspor Pada Setiap Pelabuhan

Barang-barang ekspor/impor pada setiap pelabuhan di Indonesia, senantiasa diperiksa oleh Sucofindo untuk memastikan kualitas produk ekspor maupun impor. Cakupan pemeriksaan dan pengawasan ekspor yang dilakukan oleh Sucofindo sangat luas, karena pengawasan dan pemeriksaan tidak hanya dilakukan pada komoditas, verifikasi, harga dan kepabeanan, akan tetapi juga hal-hal lain yang cukup komperehensif, seperti pemberian jasa pelayanan berupa pemeriksaan ekspor di setiap pelabuhan yang akurasinya dipercaya oleh dunia internasional.

Mengenai keterlibatan dalam jasa pelabuhan, Sucofindo juga memberikan jasa layanan pemeriksaan prapengapalan (pre-shipment inspection) terhadap barang ekspor dari Indonesia ke berbagai negara yang memberlakukan program Comprehensive Import Supervision Scheme (CISS). Program ini dirintis sejak tahun 1965 oleh Societe Generale de Surveilance (SGS) yang meliputi pemeriksaan mutu, jumlah (volume), harga ekspor serta klasifikasi barang sesuai ketentuan pabean dan berbagai ketentuan impor lainnya di negara tujuan ekspor. Pemeriksaan prapengepalan ini berkaitan erat dengan aturan perpajakan dan pengendalian cadangan devisa negara pengimpor yang merupakan pelanggan program CISS.

Sasaran utama program CISS berupa :
  1. Pemetaan bea masuk impor.
  2. Mengurangi/mencegah terjadinya persaingan yang tidak sehat terhadap industri lokal antara para importer.
  3. Peningkatan kelancaran arus barang di pelabuhan bongkar.
  4. Mencegah kongesti di pelabuhan bongkar.
  5. Mengurangi ekonomi biaya tinggi.
  6. Mendorong masuknya modal asing.
  7. Penghematan devisa melalui deteksi ever invoicing, penyimpangan mutu dan jumlah barang impor.
  8. Mengamankan penerimaan bea masuk dari praktek.

Kertas Putih

Kertas Putih

Seorang anak yang suka mencari-cari kesalahan. Dengan cekatan, ia akan mampu menunjukkan kesalahan teman-teman dan orangtuanya. Bahkan jika sesuatu terjadi pada dirinya, maka ia menyalahkan teman dan orangtuanya.

”Aku jatuh karena Ayah meletakkan ember di sembarang tempat,” kata anak tersebut. kepada ayahnya saat ia terjatuh di kamar mandi.

”Kamu mengalami musibah ini karena kamu tidak berhati-hati. Oleh karena itu, kalau berjalan harus hati-hati,” kata anak tersebut. kepada seorang anak lain yang terkilir kakinya.

Pada suatu hari, anak itu berjalan-jalan di pinggir hutan. Matanya tertuju pada sekelompok lebah yang mengerumuni sarangnya. ”Wah, madu lebah itu pasti sangat manis. Aku akan mengambilnya. Aku akan mengusir lebah-lebah itu !” Ia pun mengambil sebuah galah dan menyodok sarang lebah itu dengan keras. Ribuan lebah merasa terusik dan menyerang anak itu. Melihat binatang kecil yang begitu banyak, anak itu lari terbirit-birit. Lebah- lebah itu tidak membiarkan musuhnya pergi begitu saja. Satu ...dua ...tiga, lebah-lebah menghajar dengan sengatan. ”Aduh .....tolong ..... !” Byur ! Anak itu menceburkan dirinya ke sungai. Tak lama kemudian, lebah-lebah itu pergi meninggalkan anak itu yang kesakitan.

”Mengapa Ayah tidak menolongku ? Jika Ayah sayang padaku, pasti sudah berusaha menyelamatkanku. Semua ini salah Ayah!” Ayahnya diam sejenak, lalu mengambil selembar kertas putih.

”Anakku, apa yang kamu lihat dari kertas ini? Itu hanya kertas putih, tidak ada gambarnya,” jawab anak itu. Kemudian, ayahnya mentoreh di kertas putih dengan sebuah titik berwarna hitam.

”Apa yang kamu lihat dari kertas putih ini? Ada gambar titik hitam di kertas putih itu! Anakku, mengapa kamu hanya rmelihat satu titik hitam pada kertas putih ini? Padahal sebagian besar kertas ini berwarna putih. Betapa mudahnya kamu melihat kesalahan Ayah! Padahal masih banyak hal baik yang telah Ayah lakukan padamu.”

Jendela Rumah Sakit

Jendela Rumah Sakit

Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunua yang ada di kamar itu. Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya.

Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.

Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela di perbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama saru jam itulah, pria ke dua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.

“Di luar jendela, tampak sebuah teman dengan kolam yang indah, itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah.”

Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detil, sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan pemangdangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah.

Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas.Meski pria yang ke dua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah.

Begitulah seterusnya, dari hari ke hari, satu minggu pun berlalu.

Suatu pagi,perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah. Kemudian pria yang kedua ini meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat itu menuruti semua kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatunya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.

Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan di dunia luat melalui jendela itu. betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG !!!

Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu. Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang buta bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun.

“Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup” Kata perawat itu.

Usaha Penunjang Angkutan Laut (Pergudangan)

Usaha Penunjang Angkutan Laut (Pergudangan)

Kisah Nenek Pemetik Daun

Kisah Nenek Pemetik Daun

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.

Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.

Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. “Jika kalian kasihan kepadaku,” kata nenek itu, “Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.”

Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. Sekarang ia sudah meninggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.

“Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai,” tuturnya. “Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya.”

Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Alloh swt. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Alloh. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasululloh saw?

4 Hal Yang Akan Anda Jumpai Ketika Nonton Bola di Lucky Cake

4 Hal Yang Akan Anda Jumpai Ketika Nonton Bola di Lucky Cake

Beda rasanya saat nonton sepak bola di rumah dengan nonton di cafe atau rumah makan. Beberapa hal yang menarik bisa kita temukan di tempat keramaian tersebut. Sehingga wajar bila para pecinta sepak bola lebih memilih nonton di luar ketimbang di dalam rumah. Walau dalam rumah ditemani keluarga rasa keseruan di luar lebih terasa apa lagi di dukung beberapa hal yang menambah keseruan tersebut. Nah kali ini saya sedang di Lucky Cake yang lokasinya berada di depan toko buku Salemba. Saat ini sedang berlangsung pertandingan seru antara Vietnam vs Indonesia yang skornya masing 0-0. Sepertinya langsung saja saja saya bahas apa saja keseruan menonton disini. Berikut ada 4 hal yang akan anda jumpai bila menyaksikan sepak bola di cafe Lucky Cake.

1. Tempatnya cocok untuk orang ramai.
Dengan mengambil konsep abstrak cafe Lucky Cake memang menarik bagi semua orang yang pernah memasukinya. Desain full keramik (lantai dan dinding) serta didukung wallpaper dinding yang klasik membuat suasana terasa lebih santai. Sarana yang disediakan mulai dari tempat bermain billiar lalu alat elektronik dan kursi meja juga masih tergolong baru. Kemudian TV yang disediakan ada 3 buah, plus layar lebar di halaman bagian depan. Tempat ini pun menyediakan berbagai aneka kue ulang tahun serta kue bakery. Namun belum terasa lengkap jika nonton bola tanpa ditemani oleh minuman. Jangan khwatir disini minumannya juga cukup sedap untuk dinikmati, contohnya cappucino dingin yang menjadi favorit saya ketika nongkrong di tempat ini.

2. Seperti nonton di stadion mini.
Karena berada di tepi jalan serta di tempat central yakni salah satu pusatnya perekonomian Kabupaten Karimun. Lucky Cake layak menjadi incaran bagi setiap warga yang bekerja di daerah tersebut. Ketika suasana penuh tak heran bila di dominasi oleh para wartawan yang terkadang menjadikan tempat tersebut layaknya kantor untuk merilis berita. Malam ini ramai sekali, yang mengisi bukan kalangan wartawan saja. Berbagai usia menempati seluruh kursi, bahkan tak tanggung-tanggung layar lebar yang di sediakan pada halaman depan di sesaki penonton yang rela berdiri hingga menit pertama dimulai.

3. Pelayannya dihiasi kaum hawa yang menarik di pandang.
Hal satu ini tidak kalah pentingnya. Dalam dunia usaha yang diperlukan seorang pengusaha adalah para pekerjanya yang menarik. Tugasnya berusaha untuk menarik minat para pengunjung untuk terus berada nyaman di tempat usaha tersebut. Selain menarik mereka juga di tuntut ramah senyum kepada setiap orang. Sehingga faktor ini jugalah yang membuat pengunjung jarang sepi.

4. Wifinya lancar aman dan tentram.
Bagi saya dunia teknologi telah menjadikan sebuah acuan hidup seseorang. Manusia tidak akan pernah terlepas dari yang namanya teknologi, semakin berkembang suatu zaman semakin luas penggunaan teknologi maka semakin dibutukan manusia di setiap waktu. Rasanya kurang pas ketika mahasiswa ke cafe hanya sekedar minum, minimal ya mengerjakan tugas. Tentunya wifi harus ada dan lancar guna memaksimalkan pengerjaan tuga-tugas yang diberikan oleh dosen.

So, yang udah pernah ke Lucky Cake pasti sama dengan apa saya rasakan bukan ? :)

Bagaimana Pandangan Mahasiswa Terhadap Liberalisasi Pengelolaan Ikan dan Kepelabuhan??

Bagaimana Pandangan Mahasiswa Terhadap Liberalisasi Pengelolaan Ikan dan Kepelabuhan??

Visi Indonesia menjadi “Poros Maritim” merupakan fokus kebijakan dari Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo untuk lima tahun ini. “Kita telah lama memunggungi samudra, laut, selat, dan teluk. Maka, mulai hari ini, kita kembalikan kejayaan nenek moyang sebagai pelaut pemberani. Menghadapi badai dan gelombang di atas kapal bernama Republik Indonesia,” ujarnya dalam pidato kenegaraan pertamanya Senin, 20 Oktober 2014 di Gedung MPR/DPR.

Masuknya investasi Singapura di pelabuhan katanya telah sesuai dengan konsep tol laut untuk menekan ongkos logistik di Indonesia. Padahal, Kementerian Perhubungan justru memberi kesempatan swasta untuk menggarap pelabuhan di Indonesia terkait tol laut ini. Sebab, anggaran pembangunan atau pengelolaan pelabuhan sangat terbatas dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) setiap tahunnya

Keinginan presiden Jokowi untuk mengembalikan kejayaan maritim Indonesia nampaknya bukan perkara mudah. Hal ini di nilai langkah untuk mewujudkan poros maritim mesti menghadapi sejumlah persoalan struktural. Di antaranya, kebijakan liberalisasi operator pelabuhan seperti yang dialami PT Pelindo II. PT Pelindo II saat ini dikelola bersama operator pelabuhan Hong Kong, Hutchison Ports Indonesia atau HPI. Saham terbesar dikuasai perusahaan Hong Kong itu sebesar 51 persen, sementara Pelindo II hanya 49 persen.

Ungkapan jangan pernah mimpi jika ingin menjadi poros maritim dunia mungkin patut di arahkan ke pemerintah Jokowi-Kalla saat ini. Kalau liberalisasi sektor pelabuhan dilakukan maka potensi itu tak akan beri manfaat bagi Indonesia dan lebih banyak bahayanya. Prinsip kemandirian harus jadi inisiatif, bukan mengobral sektor strategis kita pada bangsa lain.

Lalu diliberalisasinya sektor perikanan dari hulu ke hilir juga merugikan nelayan tradisional dan negara. Menurut laporan FAO (2010), Indonesia ditempatkan sebagai negara produsen perikanan ketiga terbesar di dunia di bawah Tiongkok dengan nilai produksi 5,384 juta ton. Namun, nilai ini tidak berdampak banyak bagi para nelayan tradisional yang jumlahnya mencapai 2,75 juta jiwa (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2009). Lebih dari 95 persen adalah nelayan tradisional.

Dengan diliberalisasinya penanganan ikan nasional serta meminta bantuan negara asing terhadap pengelolaan pelabuhan, para pegiat nasionalis yang terutama kalangan mahasiswa yang peduli akan nasib bangsa Indonesia ke depan seakan ingin berteriak dengan sekeras-kerasnya. Kapan Indonesia bisa mandiri? Sebenarnya banyak professional Indonesia yang mampu mengelola pelabuhan, juga swasta nasional asalkan mereka diberi kesempatan.

Copyright © Ketawa Karimun. All rights reserved. Template by CB